Kecerdasan Manusia – “Karena sungguh, Ia mengetahui apa yang rahasia dan apa yang lebih tersembunyi.” (QS. ThaHa: 7).

Kamu pernah tes IQ? Bagaimana hasilnya? Semoga sesuai yang diharapkan ya. Sebagaimana yang kita ketahui tes IQ biasanya sering dipakai saat ujian SBMPTN, seleksi STAN, tes masuk kerja, dan lain sebagainya.

Namun jangan salah, IQ itu bukan satu-satunya indikator kesuksesanmu lho. Artinya IQ tinggi belum bisa menjamin kesuksesanmu, berdasarkan penelitian IQ itu hanya menyumbang 6% kesuksesan seseorang.

Ada banyak hal istimewa lain yang justru bisa membuat kamu menjadi manusia yang lebih baik. Simak ulasan berikut!

Pengertian, Jenis, dan Sifat Kecerdasan Manusia

kecerdasan manusia IQ
pixabay.com

Kecerdasan Manusia : IQ

Kecerdasan intelektual atau dalam bahasa Inggris: intelligence quotient, disingkat IQ adalah kategori kecerdasan manusia yang secara umum digunakan untuk menjelaskan sifat pikiran manusia dengan cakupan beberapa kemampuan sekaligus, seperti kemampuan menalar, kemampuan merencanakan, kemampuan memecahkan masalah, kemampuan berpikir abstrak, kemampuan memahami gagasan, kemampuan menggunakan bahasa, dan kemampuan dalam belajar.

Kecerdasan intelektual ini kecerdasan manusia yang biasanya erat kaitannya dengan kemampuan kognitif yang dimiliki oleh seseorang. Kecerdasan manusia yang berupa kecerdasan intelektual ini ternyata dapat diukur dengan menggunakan alat psikometri yang umunya kita dengar dengan istilah tes IQ. Ada juga pendapat yang menyatakan bahwa kecerdasan manusia dalam bentuk IQ merupakan usia mental yang dimiliki manusia, nah itu berdasarkan perbandingan usia kronologis.

Kecerdasan manusia itu tidak hanya tentang IQ tinggi, pastinya masih ada lagi kecerdasan lain yang jauh lebih penting, apa itu?

ya.. EQ dan SQ.

Kecerdasan Manusia : EQ

Kecerdasan Manusia : EQ
pixabay.com

Kecerdasan emosional atau dalam bahasa Inggris: emotional quotient, disingkat EQ adalah kategori kecerdasan manusia yang mampu menerima, menilai, mengelola, serta mengontrol emosi dirinya dan juga orang-orang yang ada di sekitarnya. Dalam hal ini, emosi mengacu pada perasaan terhadap informasi tentang suatu hubungan.

Kecerdasan manusia yang berupa kecerdasan emosional (EQ) belakangan ini dinilai tidak kalah penting dibandingkan dengan kecerdasan manusia kategori kecerdasan intelektual (IQ). Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa kecerdasan manusia yang berupa kecerdasan  emosional dua kali lebih penting daripada kecerdasan manusia yang berupa kecerdasan intelektual dalam memberikan kontribusi terhadap kesuksesanmu lho.

Dalam peningkatan inilah kecerdasan emosi berbeda dengan IQ, IQ yang umumnya hampir tidak berubah selama hidup. Namun kecakapan emosi dapat dipelajari kapan saja. Tidak peduli orang tak peka, pemalu, pemarah, kikuk, atau sulit bergaul dengan orang lain, dengan motivasi dan usaha yang benar, kita dapat mempelajari dan menguasai kecakapan emosi.” Ungkap pakar EQ Daniel Goleman.

Masuk akal juga jika kecerdasan manusia berupa IQ itu cenderung tetap sedangkan kecerdasan manusia berupa EQ memungkinkan untuk terus berkembang dan bisa tentunya bisa dikembangkan.

Kecerdasan Manusia : SQ

Kecerdasan Manusia : SQ
pixabay.com

Banyak yang mengatakan bahwa SQ adalah titik tertinggi dari kecerdasan manusia. Kecerdasan Spiritual (Spiritual Quotient) adalah kategori kecerdasan manusia yang mampu memecahkan persoalan atau masalah dengan cara melihat makna, hikmah, dan nilai dari setiap masalah yang dihadapi itu sendiri. Kecerdasan manusia yang satu ini menempatkan perilaku dan hidup dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya, kecerdasan untuk menilai bahwa tindakan atau jalan hidup seseorang lebih bermakna dibanding dengan yang lain.

Sederhananya kecerdasan spiritual itu bersumber dari dalam hati, menjadikan kamu bisa lebih bijak, arif, dan kreatif dalam memandang, menghadapi, serta memecahkan setiap permasalahan yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Melihat hikmah di setiap kejadian yang kamu alami, lalu menyelesaikannya agar memperoleh ketenangan hati. Kecerdasan yang satu ini mengutamakan sisi spiritual sehingga menjadikan kamu bisa memaknai apa-apa sebagai pelajaran dan tentu sebagai ibadah kepada Allah SWT.

Mengapa EQ dan SQ itu lebih utama dari IQ?

Kecerdasan emosi atau EQ itu sangat berkaitan erat dengan kemampuan untuk merasakan, memahami secara efektif dan menerapkan kepekaan emosi sebagai sumber energi. Jadi emosi dalam EQ digunakan sebagai bahan bakar yang tak tergantikan bagi otak manusia agar mampu melakukan penalaran tinggi. Gampangannya apapun pekerjaan jika dikerjakan saat mood sedang baik pasti hasilnya jauh lebih baik ketimbang pekerjaan yang dikerjakan saat mood sedang tidak baik, meskipun kamunya cerdas hehe..

Kecerdasan emosi itu bisa menciptakan kreativitas karena bersumber dari semangat bergerak sementara nalar logis untuk mengatasi dorongan yang keliru dan menyelaraskan dengan proses.

Jika dirunut banyak bukti-bukti menunjukkan bahwa manusia hidup itu tidak berlandas pada IQ tapi EQ dan SQ.

Apa aja?

Dalam Islam Hal yang berhubungan dengan EQ antara lain
1. Konsisten (istiqomah)
2. Kerendahan hati (tawadhu’)
3. Berusaha dan berserah diri (tawakal)
4. Ketulusan (ikhlas)
5. Totalitas (kaffah)
6. Keseimbangan (tawazun)
7. Integritas dan penyempurnaan (ihsan)

Tujuh point diatas berkaitan erat dengan emosi manusia. Inilah hal-hal yang dijadikan tolak ukur EQ yang telah diajarkan Rasulullah SAW 1400 tahun yang lalu sebelum konsep IQ dikenalkan saat ini.

Ada metode meningkatkan EQ menurut Cooper dan Ayman Sowaf, diantaranya:
1. Meluangkan waktu 2-3 menit, bangun 5 menit lebih awal.
2. Duduk dengan tenang, pasang telinga, dan hati. Keluar dari pikiran dan masuk dalam hati.
3. Menulis apa yang dirasakan.

Dengan tujuan untuk masuk ke hati dan keluar dari pikiran yang sesuai dengan makna khusu’ untuk menemukan sifat ilahiyah yang luhur. Sedangkan SQ dihadirkan dengan memberi pemaknaan pada kehidupan itu sendiri. Kecerdasan EQ dan SQ bersumber dari suara-suara hati.

Dalam kehidupan sehari-hari, ibadah merupakan sarana terbaik untuk meningkatkan kecerdasan ESQ manusia. Salahsatunya shalat, shalat yang berisi pokok pikiran dan bacaan suara suci misalnya Maha Suci Allah, yang akan menjadi reinforcement, menjadi penguat hati yang mulia, yang sesungguhnya telah dimiliki oleh manusia. Sehingga dengan shalat sebagai sumber ESQ hidup untuk mencerdaskan emosi dan spiritual sekaligus kepekaan jiwa.

Jika kondisi itu diulang-ulang akan menjadi doktrin pengisi jiwa, dan dengan sendirinya akan terbentuk akhlak mulia sebagai produk utama ESQ. Gambaran manusia yang mencapai tingkat ESQ digambarkan dalam firman Allah, surat Al Anfal ayat 2:

Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah bergetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada merekaayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakal. (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajad ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki (nikmat) yang mulia

Sebenarnya saat membandingkan tiga kecerdasan manusia ini, bukan berarti IQ itu tidak penting sama sekali lho ya. IQ adalah kecerdasan bawaan yang dimiliki setiap insan manusia yang Allah karuniakan, jadi ini perlu disyukuri, ini adalah nikmat yang Allah berikan. Hanya saja mengkultus IQ sebagai perioritas utama yang belum tepat. Begitu banyak orang yang memiliki pengetahuan luas, namun ia tak bermoral.

Nah, sobat fitrahnya manusia akan tenang saat ia kembali ke fitrahnya yaitu menghamba pada pencipta-Nya. Hidup adalah tentang seberapa manfaat. Sebaik-baik potensi adalah potensi yang bermanfaat bagi siapapun, sebaik-baik kecerdasan manusia adalah kecerdasan yang bermanfaat. Yuk terus tingkatkan potensi dan kecerdasanmu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *